Sawah Produktif 15 hektar di Kelurahan Mimbaan terancam gagal panen akibat sawah tidak terairi
by. Lawan News.Com
Situbondo – Lintas Warta Nasional – Memprihatinkan dengan adanya sawah Produktif ±15 hektar sawah di Kelurahan Mimbaan terancam tidak terairi lantaran tersier/saluran air Irigasi ditutup oleh Pengembang perumahan,
Informasi yang ditampung Lintas Warta Nasional. berawal dari pemilik tanah sawah produktif sekitar 2 Hektare dibeli pengembang perumahan terletak di hulu aliran air melalui tersier yang ada seja puluhan tahun
“Namun sekarang sekitar 2 hektar tanah sawah produktif dijual yang dibeli pengembang untuk perumahan di timbun rata termasuk tersier yang ada sehingga terancam sekitar 15 hektar sawah di wilayah hilir tidak terairi, karena dihulu tersier sudah ditutup oleh pengembang
“Jadi sawah sekitar 15 hektar mulai ada penimbunan sudah tidak bisa mengairi persawahan karena tersier irigasi aliran air sudah ditutup di bagian hulu
“Lalu, atas keluhan para petani, Ketua HIPPA sejahtera Mimbaan H. Haritrianto menolak adanya tersier ditutup karena sejak itu berkisar 60 tahun tersier sudah ada untuk irigasi pengairan sawah yang ada di wilayah itu.”terangnya
Memang petani disana tidak memiliki bukti dokumen adanya tersier, namun keberadaan tersier sudah ada ± 60 tahunan bahkan pemilik sawah sudah turun temurun
“Dengan pembuktian tanah sawah seluas ± 2 hektar sawah yang dijual kepada mengembang bahwa tersier tidak ada dalam peta sertifikat, dimungkinkan lahan tersier itu milik pemerintah
Anehnya lagi pengembang perumahan langsung menutupi tensier tanpa pemberitahuan dulu terhadap pihak pengairan, Hippa, Sublok, dan pemilik tanah sawah di sekitarnya
“Tak hanya itu, para petani yang terdampak sawahnya tidak dapat terairi sudah membuat surat protes terhadap dinas terkait, Kepolisian, DPRD, agar pihak pengembang mengembalikan adanya tersier tersebut sehingga saluran irigasi bisa berfungsi seperti semula.”(bersambung/red)
klik. Lintas Warta Nasional. di Google





